Dalam kondisi musim kemarau yang ekstrem, ketersediaan biomassa yang tinggi akan memperbesar potensi terjadinya kebakaran lahan. Selain itu, jenis tanah juga ikut berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan.
Kasus kebakaran semakin meningkat saat musim kemarau. Pada 2014 lalu, terjadi 34 kasus kebakaran di Kota Bandung saat musim kemarau.
Demi menekan angka kasus kebakaran, Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung, Yosep Heryansyah di Bandung, Jumat (20/7/2015) berbagi tips agar terhindar dari kebakaran.
1. Usahakan tidak membakar sampah. Karena di musim kemarau, alang-alang menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar. Dan membakar sampah bisa memicu terbakarnya alang-alang, yang bisa membuat api cepat membesar dan menyebar.
2. Bijaklah menggunakan listrik. Selama ini banyak warga yang menyepelekan masalah listrik. Misal, ketika bepergian lama, saat mudik atau liburan, warga lupa mencabut listrik dari stop kontaknya. Seperti kulkas ataupun barang elektronik lainnya. Selain itu, pastikan lampu mati ketika akan bepergian.
3. Lapor ke aparat setempat. Bagi warga yang ingin pergi meninggalkan rumahnya dalam waktu yang lama, melaporlah kepada aparat setempat. Dengan cara itu, aparat akan mengawasi rumah tersebut lebih ketat. Sehingga, bila terjadi hal-hal tidak diinginkan, seperti kebakaran, lebih mudah diketahui. Hal tersebut akan memudahkan pemadaman api.
Itulah penjelasan mengenai penyebab kebakaran saat musim kemarau. Intinya, kita perlu memiliki kesadaran akan bahaya jika terjadi kebakaran hutan. Dengan demikian, kita akan lebih berhati-hati dan berusaha meminimalisir kemungkinan terjadinya kebakaran hutan.

oke mbk
BalasHapus